Rabu, 12 Juli 2017

Saat

Aku sudah lama tidak
menulis puisi untukmu
Aku terperangkap oleh
bayang-bayang masa lalu.

Kadang kau tak tahu
Bahwa aku sering mendengar lagu 
Tapi aku selalu ingat sesuatu.
Apa ya itu?
Kau tidak akan pernah tahu.

Aku telah mendengarkan
lagu itu lebih dari seribu, hanya
untuk mengingatmu.

Rabu, 26 Oktober 2016

Hingga

Hingga pada saatnya
kita akan sama-sama bertemu
di sebuah tempat
yang kita takkan pernah tau,
dengan waktu yang selalu
memburu
rasa rinduku
kepadamu.

Kamis, 14 April 2016

Kini

Aku titipkan doa itu
yang kini telah merebah
di pangkuanmu
untuk kesehatan dan kenikmatan
hidup yang selalu kau tunggu.

Selasa, 15 Maret 2016

Tuhanku

Tuhanku
jika benar semua ini hanyalah sebuah panggung
sandiwara-Mu, lalu kenapa Kau memilihku 
untuk jadi pemain utama dalam skenario-Mu?

Senin, 14 Maret 2016

Rajutan

Kau pernah memberiku sebuah rajutan
di tengah kebisingan,
yang kau titipkan lewat embusan
angin malam.

Setiap malam, aku ciumi rajutan
itu dari satu sisi ke sisi yang lainnya.
Seperti saat ayahku menciumi keningku
ketika aku kaku dalam bertutur kata.

Rajutan itu sebenarnya hanya rajutan biasa,
yang kau rajut dari ribuan harapan dan doa
setiap malamnya.

Namun,
rajutan itu kini berbeda dari sebelumnya.
Ia berdebu, rapuh, dan mulai tak kuat simpulnya.
Mungkin saja, harapan dan doamu
bukan lagi untukku semata.

Tetap saja, 
aku merindukan rajutan biasamu
yang kau rajut dari ribuan harapan dan doa.